“Antara Markombur dan Marnonang”

Ada banyak bentuk “bercakap-cakap” dalam khazanah bahasa Batak antara lain MARNONANG, MARKOMBUR, MARPOLLUNG, MASIRARIAN, MASIPATORANGAN, MANGHATAI-HATAI, MARHUSIP DAN MANGHATAI. Kendati semua istilah tersebut berkaitan dengan “berbicara” namun bila ditelisik lebih cermat, masing-masing istilah tersebut punya maksud dan/atau tujuan tertentu. Biar tidak salah ngomong (Bhs Batak: sibahuton) dalam suatu “forum” perlu juga kita memahami makna istilah-istilah tersebut.

Pada kesempatan ini kami ingin berbagi pendapat tentang MARKOMBUR dan MARNONANG.

MARKOMBUR dan MARNONANG adalah dua dari banyak bentuk forum DIALOG ATAU DISKUSI TAK RESMI alam tradisi orang Batak. Pesertanya boleh saja dari berbagai kalangan baik dari segi umur, jenis kelamin, status ekonomi maupun latar belakang sosial budaya. Perihal tempatnya, bisa diberbagai tempat baik di lapo maupun diluar lapo. Topik yang dibicarakanpun bisa bermacam-macam mulai dari hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari (parngoluon siapari) hingga yang berkaitan dengan kehidupan “hari esok” (partondion). Namun demikian, sekali lagi, bila dicermati dengan jernih, di antara keduanya ada perbedaan yang cukup prinsipil.

Istilah markombur biasanya merujuk kepada kegiatan “ngomong-ngomong” dalam rangka “menghabiskan/membunuh waktu luang” dengan hal-hal yang bersifat menghibur (amusement atau entertainment) tanpa terlalu mempertimbangkan esensialitas (derajat kemanfaatan) dari topik yang dibahas. Yang paling pokok dalam kombur adalah bisa memancing tawa sehingga orang-orang yg terlibat menjadi “terlena” (Bhs Batak: lalap) atau tidak merasa bosan menghabiskan waktu luang tadi. Kendati demikian, forum markombur sering juga dimanfaatkan untuk “mengangkat ke permukaan” hal-hal yang agak sensitif atau tabu. Namun untuk itu seseorang perlu memiliki “sense of humour” dan kecerdasan yang tinggi agar mampu menyisipkan hal-hal yg sensitif atau tabu tadi secara subtil kedalam ucapan-ucapan atau tingkah laku yang membuat orang lain tergelitik saraf tawanya. Bila disampaikan secara terbuka, apalagi vulgar, maka namanya bukan lagi markombur melainkan “margere-gere”. Sosialisasi (baca: pewarisan) nilai-nilai sosial yang berkaitan dengan tata susila dan hubungan antar gender (lelaki – perempuan) sering dilakukan melalui forum markombur.

Bila dilakukan pada malam hari, seusai markombur orang biasanya menjadi mudah dan nyenyak tidur (Bhs Batak: sinok modom), karena sarafnya sudah “kendur” dan tensinya sudah “normal”.

Marnonang pada prinsipnya juga masih berkaitan dengan “waktu luang” namun tujuan utamanya bukan untuk “menghabiskan” melainkan untuk “mengisi” waktu luang tadi dengan hal-hal yang bisa memberi “pencerahan” (enlightment) dalam suasana yang menyenangkan (rileks atau santai) tanpa harus disertai oleh gelak tawa yang membahana. Jadi dalam marnonang tidak ada ngotot-ngototan apalagi sampai bersitegang leher. Bila sampai bersitegang leher namanya bukan lagi marnonang, melainkan PATONTANG. Juga tidak ada “adu pintar” atau bersilat lidah, karena kalau demikian namanya menjadi MARPOLLUNG (sering juga disebut MARPOLLUNG TUBU).

Seusai marnonang biasanya orang akan merasa terinspirasi (inspired) atau setidaknya menjadi yakin dengan apa yang dipahaminya sehingga bila dilakukan pada malam hari kantuk yang tadinya sudah menyerang menjadi hilang. Dalam tradisi orang Batak, marnonang banyak digunakan sebagai “media pembelajaran” dalam rangka pewarisan nilai-nilai sosial budaya oleh generasi yang lebih tua kepada generasi yang lebih muda atau oleh yang “lebih tau” kepada yang “kurang tau”.

Yang unik, di dalam forum marnonang hubungan antara “yang tua” dengan “yang muda” atau antara “tokoh masyarakat” dengan “masyarakat biasa” menjadi larut dalam kesetaraan. Bahkan tidak jarang terjadi hubungan antara yang “marhasumbangan” (seperti martunggane, marbao, marhaha doli atau anggi boru) menjadi “lebih cair” ketika sama-sama terlibat dalam satu forum nonang, hal mana jarang sekali terjadi pada forum kombur.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.